Inilah Tipe Pria yang Dibenci Wanita
Oleh Ardiansyah Sabtu, 16 April 2011 / 13:45:46
roabaca.com,- Pria penyayang, sabar dan pengertian, mungkin menjadi dambaan wanita. Namun, ada beberapa tipe pria yang sering membuat wanita tidak menaruh simpatik. Bahkan sebagian wanita mungkin akan menutup diri jika berhadapan dengan tipe pria yang benar-benar menyebalkan. Bagi Anda para pria, tentunya perlu tahu, apakah diri Anda termasuk tipe pria yang dibenci wanita. Berikut tipe pria yang tak disukai wanita seperti dikutip dari Times of India:
Pria dominan
Wanita lebih memilih pasangan yang sudah diakui oleh rekan-rekan mereka. Termasuk melihat pria dari sisi kualitas ketrampilannya, kemampuan, dan prestasinya. Bukan karena kepandaiannya menggunakan taktik memaksa atau memerintah.
Seorang konselor hubungan Dr Chirta Bakshi berkata, "Perilaku Dominan pria sangat ditentang oleh pasangan wanita dalam hubungan apapun. Jika Anda pria dominan, ingin menunjukkan kekuasaan Anda di depan seorang wanita, jangan harap hubungan yang dijalin berjalan mulus.”
Berorientasi seks
Kebanyakan pria memang selalu berfikir tentang seks. Namun kebanyakan wanita akan merasa takut jika bertemu dengan pria yang terlalu berorientasi pada seks. Bagi pria, mungkin seks adalah prioritas utama dalam suatu hubungan namun bagi wanita akan lebih baik memikirkan dan mencari cinta, asmara dan keintiman fisik ketimbang seks.
Pakar Hubungan dan konselor seks Dr Geetu Bhardwaj menyatakan, "Ini bukan berarti wanita tidak ingin melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka. Tapi, wanita lebih menyukai pria yang pengertian, penuh cinta dan senang membangun keintiman ketimbang hanya memikirkan soal seks.”
Sering berkata kasar
Menggunakan istilah yang kasar setiap kali Anda menikmati percakapan mungkin akan menjadi hal yang tidak menyenangkan. Apalagi dalam suatu hubungan. Kebanyakan wanita tidak suka bergaul dengan pria yang sering mengeluarkan kata-kata kasar.
Psikiater Dr Anupam Randhawa menyatakan, "Pria perlu menyadari bahwa seorang wanita ingin memiliki pasangan yang terhormat dan berkelakuan baik.Jadi sering menggunakan bahasa slang dan kata-kata kasar selama percakapan dalam suatu hubungan bisa menjadi bumerang. Wanita sering merasa, kata-kata kasar yang dilontarkan padanya sebagai suatu pelecehan.”
Pria bertubuh kekar dan berwajah gahar
Seorang pria bertubuh kekar dan bertampang gahar mungkin akan lebih menarik perhatian para produser film ketimbang para wanita. Sebuah studi baru-baru ini mengklaim bahwa pria seperti itu tidak selalu beruntung mendapatkan pasangan.
Seorang pakar kepribadian Varun Chhabra berkata, "Saat ini wanita lebih tertarik memilih seorang pria yang memamerkan tubuh yang baik dikombinasikan dengan gambar metro seksual daripada pria dengan postur tubuh seperti bodyguard.” (vivanews/roabaca.com)
Selasa, 10 Mei 2011
Inilah Rekor Hewan Termahal Sedunia yang Pernah Terjual
Inilah Rekor Hewan Termahal Sedunia yang Pernah Terjual
roabaca.com,- berikut ini adalah hewan termahal sedunia yang pernah terjual, beberapa diantaranya terjual sampai ratusan milyar rupiah, dan hewannya pun tidak semata hewan yang memang mahal ada yang cuma serangga, ikan.hewan termahal ini adalah update sampai hari ini karena selalu ada pemecahan rekor harga termahal tiap beberapa tahun, dengan kata lain harga hewan-hewan ini juga memecahkan rekor hewan yang sebelumnya tercipta.
kuda termahal di dunia
kuda termahal di dunia ini bernama green monkey terjual dengan harga 16 juta dolar (kurang 160 milyar rupiah)
ikan termahak di dunia
ikan tuna ini memiliki berat sebesar 754 pound di beli oleh suatu tim gabungan pembuat sushi dari Hong kong dan Tokyo mereka membelinya sebesar $234,067 ( kira-kira 23 milyar an rupiah )
anjing termahal di dunia
anjing termahal di dunia ini terjual bulan februari 2011 dengan harga $1.516.819 ( 150 milyaran)
sapi termahal di dunia
sapi termahal di dunia ini terjual $1.2 juta terjual di toronto, sapi ini bernama missy the ponoko cow
kucing termahal di dunia
kucing termahal di dunia ini terjual seharga $41.435
serangga termahal di dunia
serangga termahal di dunia ini terjual $89.000, bingung saya kok ada ya yang beli hewan kayak gini dengan harga yang mahal pula.
domba termahal sedunia
domba termahal sedunia ini terjual dengan harga $376.691, domba yang diberi nama deveronvale ini terjual di skotlandia adalah petani jerry dougles yang membelianya, menurutnya ini adalah domba terbaik yang pernah ia beli.
roabaca.com,- berikut ini adalah hewan termahal sedunia yang pernah terjual, beberapa diantaranya terjual sampai ratusan milyar rupiah, dan hewannya pun tidak semata hewan yang memang mahal ada yang cuma serangga, ikan.hewan termahal ini adalah update sampai hari ini karena selalu ada pemecahan rekor harga termahal tiap beberapa tahun, dengan kata lain harga hewan-hewan ini juga memecahkan rekor hewan yang sebelumnya tercipta.
kuda termahal di dunia
kuda termahal di dunia ini bernama green monkey terjual dengan harga 16 juta dolar (kurang 160 milyar rupiah)
ikan termahak di dunia
ikan tuna ini memiliki berat sebesar 754 pound di beli oleh suatu tim gabungan pembuat sushi dari Hong kong dan Tokyo mereka membelinya sebesar $234,067 ( kira-kira 23 milyar an rupiah )
anjing termahal di dunia
anjing termahal di dunia ini terjual bulan februari 2011 dengan harga $1.516.819 ( 150 milyaran)
sapi termahal di dunia
sapi termahal di dunia ini terjual $1.2 juta terjual di toronto, sapi ini bernama missy the ponoko cow
kucing termahal di dunia
kucing termahal di dunia ini terjual seharga $41.435
serangga termahal di dunia
serangga termahal di dunia ini terjual $89.000, bingung saya kok ada ya yang beli hewan kayak gini dengan harga yang mahal pula.
domba termahal sedunia
domba termahal sedunia ini terjual dengan harga $376.691, domba yang diberi nama deveronvale ini terjual di skotlandia adalah petani jerry dougles yang membelianya, menurutnya ini adalah domba terbaik yang pernah ia beli.
skripsi
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan, merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan, tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak bermasalah.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT Buson Jansurya , Pal”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
1.3 Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
1.5 Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan, merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan, tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak bermasalah.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT Buson Jansurya , Pal”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
1.3 Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
1.5 Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.
referensi soal
Soal :
TEORI
1. Apa yang dimaksud dengan tabungan berdasarkan SKAPI, 1992 ?
2. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat proses pembuatan transaksi ?
3. Sebutkan sub menu oprasional tabungan dalam sistem aplikasi tabungan beserta kode user Idnya ?
TRANSAKSI
1. Dengan membawa uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,- Nn Galit membuka rekening tabungan di Bank Gunadarma.
2. Untuk keperluan pribadinya Nn.Galit mengambil tabungannya di Bank Gunadarma senilai Rp.1.000.000,-
3. Nn.Galit melakukan setoran kliring ke Bank Gunadarma sebesar Rp.2.000.000,-
4. Nn.Galit mencairkan cek dari Bank DKI senilai Rp.3.000.000,- dana tersebut dimasukan ke rekening tabungannya.
5. Uang Nn.Galit sebesar Rp. 4.500.000,- dari rekening tabungan digunakan untuk membuka rekening giro di Bank Gunadarma.
6. Dengan mengirimkan dana sebesar Rp.2.500.000,- dari rekening tabungan Nn.Galit , ia mentransfer ke ibunya nasabah Bank Gunadarma.
7. Karena Nn.Galit mendapat laba dari usahanya, ia menyimpan uang tersebut ke rekening tabungan sebesar Rp. 1.000.000,-
8. Penarikan tunai dilakukan Nn.Galit sebesar Rp. 500.000,- melalui ATM.
9. Nn.Galit melakukan pemindahbukuan dana dari rekening tabungan ke giro dengan nominal Rp. 1.500.000,-
10. Tabungan Nn.galit bertambah sebesar Rp. 5.000.000,- karena mendapat kiriman uang dari kakaknya nasabah Bank Guanadarma.
JAWABAN
• Simpanan pokok pihak ke 3 pada Bank yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dan menurut syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh Bank penyelenggara.
• a. membuka sistem
b. membuka terminal dengan user ID teller T04
c. dari menu teller pilih no.3 (transaksi)
lalu isi no rekening dari nasabah yang akan melakukan transaksi, maka tampil nama nasabah dan tanggal terakhir dilakukan transaksi secara otomatis pada pembukaan transaksi di perlihatkan :
no.rekening
kode transaksi
no.bukti
jumlah
tanggal valuta
keterangan transaksi, GL debet dan GL kredit
• a. menu cash officer [T01]
b. menu head teller [T02]
c. menu teller [T03, T04, T05, dan T06]
d. menu rekening khusus
e. menu akhir hari [T07]
f. menu akhir bulan [T07]
TRASAKSI
1. D : kas Rp. 5.000.000,- ST001
K : tabungan Rp. 5.000.000,-
2. D : tabungan Rp.1.000.000,- PT001
K : kas Rp.1.000.000,-
3. D : setoran kliring Rp.2.000.000,- SK001
K : tabungan Rp.2.000.000,-
4. D : setoran kliring Rp.3.000.000,- SK002
K : tabungan Rp.3.000.000,-
5. D : tabungan Rp. 4.500.000,- PDG001
K : giro Rp. 4.500.000,-
6. D : tabungan Rp.2.500.000,- PDT001
K : RAK Rp.2.500.000,-
7. D : kas Rp. 1.000.000,- ST002
K : tabungan Rp. 1.000.000,-
8. D : tabungan Rp. 500.000,- PT002
K : kas Rp. 500.000,-
9. D : tabungan Rp. 1.500.000,- PDG002
K : giro Rp. 1.500.000,-
10. D : RAK Rp. 5.000.000,- PKT001
K : tabungan Rp. 5.000.000,-
NO JENIS TRANSAKSI (KODE) MUTASI SALDO
1 ST001 Rp. 5.000.000,- Rp.5.000.000,-
2 PT001 (Rp. 1.000.000,-) Rp.4.000.000,-
3 SK001 Rp. 2.000.000,- Rp.6.000.000,-
4 SK002 Rp. 3.000.000,- Rp.9.000.000,-
5 PDG001 (Rp. 4.500.000,-) Rp.4.500.000,-
6 PDT001 (Rp. 2.500.000,-) Rp.2.000.000,-
7 ST002 Rp. 1.000.000,- Rp.3.000.000,-
8 PT002 (Rp. 500.000,-) Rp.2.500.000,-
9 PDG002 (Rp. 1.500.000,-) Rp.1.000.000,-
10 PKT001 Rp. 5.000.000,- Rp.6.000.000,-
SALDO AKHIR Rp. 6.000.000,-
TEORI
1. Apa yang dimaksud dengan tabungan berdasarkan SKAPI, 1992 ?
2. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat proses pembuatan transaksi ?
3. Sebutkan sub menu oprasional tabungan dalam sistem aplikasi tabungan beserta kode user Idnya ?
TRANSAKSI
1. Dengan membawa uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,- Nn Galit membuka rekening tabungan di Bank Gunadarma.
2. Untuk keperluan pribadinya Nn.Galit mengambil tabungannya di Bank Gunadarma senilai Rp.1.000.000,-
3. Nn.Galit melakukan setoran kliring ke Bank Gunadarma sebesar Rp.2.000.000,-
4. Nn.Galit mencairkan cek dari Bank DKI senilai Rp.3.000.000,- dana tersebut dimasukan ke rekening tabungannya.
5. Uang Nn.Galit sebesar Rp. 4.500.000,- dari rekening tabungan digunakan untuk membuka rekening giro di Bank Gunadarma.
6. Dengan mengirimkan dana sebesar Rp.2.500.000,- dari rekening tabungan Nn.Galit , ia mentransfer ke ibunya nasabah Bank Gunadarma.
7. Karena Nn.Galit mendapat laba dari usahanya, ia menyimpan uang tersebut ke rekening tabungan sebesar Rp. 1.000.000,-
8. Penarikan tunai dilakukan Nn.Galit sebesar Rp. 500.000,- melalui ATM.
9. Nn.Galit melakukan pemindahbukuan dana dari rekening tabungan ke giro dengan nominal Rp. 1.500.000,-
10. Tabungan Nn.galit bertambah sebesar Rp. 5.000.000,- karena mendapat kiriman uang dari kakaknya nasabah Bank Guanadarma.
JAWABAN
• Simpanan pokok pihak ke 3 pada Bank yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dan menurut syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh Bank penyelenggara.
• a. membuka sistem
b. membuka terminal dengan user ID teller T04
c. dari menu teller pilih no.3 (transaksi)
lalu isi no rekening dari nasabah yang akan melakukan transaksi, maka tampil nama nasabah dan tanggal terakhir dilakukan transaksi secara otomatis pada pembukaan transaksi di perlihatkan :
no.rekening
kode transaksi
no.bukti
jumlah
tanggal valuta
keterangan transaksi, GL debet dan GL kredit
• a. menu cash officer [T01]
b. menu head teller [T02]
c. menu teller [T03, T04, T05, dan T06]
d. menu rekening khusus
e. menu akhir hari [T07]
f. menu akhir bulan [T07]
TRASAKSI
1. D : kas Rp. 5.000.000,- ST001
K : tabungan Rp. 5.000.000,-
2. D : tabungan Rp.1.000.000,- PT001
K : kas Rp.1.000.000,-
3. D : setoran kliring Rp.2.000.000,- SK001
K : tabungan Rp.2.000.000,-
4. D : setoran kliring Rp.3.000.000,- SK002
K : tabungan Rp.3.000.000,-
5. D : tabungan Rp. 4.500.000,- PDG001
K : giro Rp. 4.500.000,-
6. D : tabungan Rp.2.500.000,- PDT001
K : RAK Rp.2.500.000,-
7. D : kas Rp. 1.000.000,- ST002
K : tabungan Rp. 1.000.000,-
8. D : tabungan Rp. 500.000,- PT002
K : kas Rp. 500.000,-
9. D : tabungan Rp. 1.500.000,- PDG002
K : giro Rp. 1.500.000,-
10. D : RAK Rp. 5.000.000,- PKT001
K : tabungan Rp. 5.000.000,-
NO JENIS TRANSAKSI (KODE) MUTASI SALDO
1 ST001 Rp. 5.000.000,- Rp.5.000.000,-
2 PT001 (Rp. 1.000.000,-) Rp.4.000.000,-
3 SK001 Rp. 2.000.000,- Rp.6.000.000,-
4 SK002 Rp. 3.000.000,- Rp.9.000.000,-
5 PDG001 (Rp. 4.500.000,-) Rp.4.500.000,-
6 PDT001 (Rp. 2.500.000,-) Rp.2.000.000,-
7 ST002 Rp. 1.000.000,- Rp.3.000.000,-
8 PT002 (Rp. 500.000,-) Rp.2.500.000,-
9 PDG002 (Rp. 1.500.000,-) Rp.1.000.000,-
10 PKT001 Rp. 5.000.000,- Rp.6.000.000,-
SALDO AKHIR Rp. 6.000.000,-
PROPOSAL PENGAJUAN SKRIPSI
PROPOSAL PENGAJUAN SKRIPSI
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT BUSON JANSURYA , PAL.
Disusun Oleh :
Nama : Novita Ramadhan
NPM : 20207800
Kelas : 4EB07
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2010 / 2011
Hal : Pengajuan Proposal Skripsi
Kepada
Yth. Dr. Rr. Dharma Tintri E. R., SE., AK., MBA.
Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma
Di Tempat
Dengan Hormat,
Dengan ini saya :
Nama : Novita Ramadhan
NPM : 20207800
Kelas : 4EB07
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
IPK : 3,15
bermaksud mengajukan proposal penulisan skripsi.
Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal penulisan skripsi saya ini disetujui.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan proposal penulisan skripsi yang berjudul :
”PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT BUSON JANSURYA , PAL”.
Demikian surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat. Atas perhatian dan kebijaksanaan Ibu, saya ucapkan terima kasih.
a. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan, merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan, tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak bermasalah.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT Buson Jansurya , Pal”
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
c. Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.
d. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
e. Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.
f. Tinjauan Pustaka
Definisi Bank
Menurut undang undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967, didefinisikan sebagai lembaga keungan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Istilah bank berasal dari bahasa itali, banca yang berarti meja yang dipergunakan untuk para penukar uang dipasar. Pada dasarnya bank merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara didalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan SK menteri keuangan RI nomor 792 tahun 1990, pengertian bank adalah “bank merupakan suatu badan yang kegiatannya dibidang keuangan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan”.
Pada standar akuntansi keuangan nomor 31(1999:31.1), bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antar pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang membutuhkan yang memerlukan dana serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
Dari beberapa definisi tentang bank, diatas dapat disimpulkan, bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat sehingga dapat menyalurkan dana tersebut kepada pihak yang lebih membutuhkan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, serta sebagai tempat penyimpanan uang yang dirasa aman, dan juga sebagai perantara didalam lalu lintas pembayaran dan keuangan.
Pengertian Bank Prekreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat, adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersa¬makan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha Bank Perkreditan Rakyat. Status Bank Perkreditan Rakyat diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Definisi Kredit
Istilah kredit berasal dari bahasa yunani (credere) yang berarti kepercayaan (truth atau faith). Oleh karena itu dasar dari kredit ialah kepercayaan. Kredit atau pembiayan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya dapat diukur dengan uang, misalnya bank mempunyai kredit untuk pembelian rumah atau mobil. Kemudian dengan adanya kesepakatan dengan bank (kreditur) dengan nasabah (debitur), dengan perjanjian yang telah dibuat mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu dan bunga yang ditetapkan bersama.
Fungsi Kredit
1. Meningkatnya daya guna uang.
2. Meningkatnya peredran dan lalu lintas uang.
3. Meningkakan daya guna dan peredaran barang.
4. Sebagai salah satu alat stabilitasi ekonomi.
5. Meningkatkan kegairahan berusaha.
6. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
7. Meningkatkan hubungan internasional.
Unsur-unsur Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan, sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan. Dapat disimpulkan unsur yang terdapat dalam kredit adalah:
1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa, akan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
2. Tenggang Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.
3. Degree of risk, yaitu resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Semakin panjang waktu kerdit maka semakin besar juga resikonya
4. Prestesi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang tapi juga berbentuk barang atau jasa, namum pada kehidupan ekonomi sekarang ini lebih banyak uang yang sering dipergunakan.
Prinsip-prnsip Pemberian Kredit
Prinsip pemberian kredit dengan analisis dengan 6C kredit dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Character, adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit akan benar-benar dapat dipercaya.
b. Capacity (Capability), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis, serta kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuan dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
c. Capital, adalah cara untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
d. Colleteral, merupakan jaminan yang diberikan calon naabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi kredit yang diberikan dan diteliti keabsahannya sebagai pelindung bank dari resiko kerugian.
e. Condition, dalam menilai kredit hendaknya juga melihat kondisi keadaan ekonomi sekarang dan untuk dimasa depan sesuai sektor masing-masing.
f. Cash flow, dalam menilai kredit dilihat juga apakah kondisi keuangan debitur memadai untuk dapat melakukan angsuran sebagai tanggung jawab untuk menulasi kredit yang dipinjam.
Penilaian dengan 7P adalah sebagai berikut :
a Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup, sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah. Personality hampir sama dengan character pada 6C.
b Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Karena pemberian kredit untuk pengusaha modal besar dengan pengusaha modal kecil sangat berbeda.
c Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kerdit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
d Prospect, yaitu unuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, karena akan mempengaruhi tingkat kerugian nasabah itu sendri maupun bank.
e Payment, merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang diambil atau dari sumber mana saja dan untuk mengembalikan kerdit yang diperolehnya, karena semakin banyak sumber penghasilan debitur maka semakin baik.
f Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba, dapat diukur dari periode ke peride apa tetap sama atau akan meningkat.
g Pretection, tujuannya adala bagaiman mendapat kredit yang dikucurkan oleh bank namun malalui suatu perlindungan yang dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
Prisip 3R, yaitu :
a Returns, yaitu kemampuan keberhasilan dari kredit yang diberikan.
b Repayment, yaitu kemampuan mengembalikan kreidt.
c Risk, yaitu kemampuan peminjam dalam menanggung resiko ketidakmampuan mengembalikan kreditnya.
Jenis-jenis Kredit
1. Dari segi tujuan pengguanannya maka jenis kredit dapat digolongkan menjadi sebagai berikut :
a. Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan oleh bank pemerintah atau bank swasta kepada perorangan untuk membiayai keperluan konsumsi sehari-hari.
b. Kredit produktif, yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan modal tetap yaitu peralatan produksi, gedung dan mesin-mesin atau untuk membiayai rehabilitasi dan ekspansi
c. Perpaduan antar kredit konsumtif dan kredit produktif (semi konsumtif dan semi produktif)
1. Dari segi besar kecinya aktivitas perputaran usaha yaitu melihat dinamika, sektor yang digeluti, aset yang dimiliki. Maka jenis kreidt dikelompokan menjadi :
a. Kredit kecil, yaitu kredit yang deberikan kepada pengusaha yang digolongkan sebagai pengusaha kecil.
b. Kredit menengah, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha kecil.
c. Kredit besar, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha menengah.
2. Dari segi waktunya, kredit dikelompokan menjadi :
a. Kredit jangka pendek (short term loan), yaitu kredit yang berjangaka waktu maksimum 1 tahun. Bentuknya dapat berupa kredit koran, kredit penjualan, kredit pembeli, kreidt wesel.
b. Kredit jangka menengah (medium term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun.
c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.
Pelaksanaan Sistem Informai Akuntansi dalam Pemberian Kredit
Sistem informasi akuntansi dikatakan memadai jika didalamnya terkandung hal-hal sebagai berikut
1) Dipenuhinya karakteristik sistem informasi akuntansi, diantaranya :
a) usefullness
b) economy
c) reability
d) cusrumer service
e) capacity
f) simplicity
g) flexibility
2) Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi yang ada, diantaranya :
a) sumber daya manusia
b) alat-alat yang digunakan seperti: formulir, catatan, laporan, komputer
Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit pada PT.BPR Buson Jansurya
1) Tahap Pemohonan Kredit
a) Pembukaan Rekening
b) Pengisian Formulir Aplikasi Kredit
2) Tahap Penyidikan dan Analisis Kredit
a) Wawancara dengan calon debitur
b) Pengumpulan data intern dan ekstern
c) Penyidikan atas kebenaran dan kewajiban hal-hal mengenai calon nasabah
d) Analisis kelayakan kredit baik kualitatif maupun kuantitatif serta menggunakan prinsip 5C
3) Tahap Keputusan atas Permohonan Kredit
a) Persetujuan komite kredit dilakukan sesuai dengan batas maksimum pemberian kredit (BMPK)
b) Untuk kredit umum persetujuan komite kredit diberikan memorandum credit commitee (MCC), tanpa perlu dibuat surat prisnsip perstujuan kredit (SPPK)
c) Jika kredit disetujui, maka staff kredit dapat mnyampaikan kondisi fasilitas tersebut pada calon debitur
d) Jika kredit tidak disetujui, maka staff kredit membuat surat pemberitahuan penolakan pada calon debitur
4) Tahap Pencairan Fasilitas Kredit, perincian pembayaran pinjaman didistribusikan
a) rangkap pertama untuk arsip pada master file
b) rangkap kedua untuk bukti transaksi bagian atau unit administrasi kredit
c) rangkap ketiga untuk file atas nama nasabah sebagai bukti perincian pembayaran pinjaman yang diterima di bagian pembukuan.
5) Tahap Pelunasan Fasilitas Kredit
Dalam prosedur ini bank melakukan semua perhitungan atas kewajiban debitur sampai tanggal penyelesaian kredit.
Beberapa contoh simbol dalam pembuatan bagan aliran dokumen
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang merupakan formulir yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Nama dokumen dicantumkan ditengah simbol.
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat data yang direkam sebelumnya di dalam dokumen atau formulir.
Penghubung pada halaman yang sama (on page connector).
Penghubung pada halaman yang berbeda (off page connector).
Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual. Uaraian singkat kegiatan manual dicantumkan di dalam simbol.
Arsip sementara. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan dokumen. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan dokumen yang dokumennya akan diambil kembali dari arsip tersebut di masa yang akan datang untuk pengolahan lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Digunakan simbol :
A = menurut abjad
N = menurut nomor urut
T = menurut kronologis, menurut tanggal
Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem akuntansi yang bersangkutan.
On line computer process. Simbol ini menggambarrkan pengolahan data dengan komputer secara on-line.
Mulai/berakhir (terminal). Simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir sebuah sistem akuntansi.
Masuk / keluar dari satu sistem ke sistem lain.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT BUSON JANSURYA , PAL.
Disusun Oleh :
Nama : Novita Ramadhan
NPM : 20207800
Kelas : 4EB07
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2010 / 2011
Hal : Pengajuan Proposal Skripsi
Kepada
Yth. Dr. Rr. Dharma Tintri E. R., SE., AK., MBA.
Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma
Di Tempat
Dengan Hormat,
Dengan ini saya :
Nama : Novita Ramadhan
NPM : 20207800
Kelas : 4EB07
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
IPK : 3,15
bermaksud mengajukan proposal penulisan skripsi.
Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal penulisan skripsi saya ini disetujui.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan proposal penulisan skripsi yang berjudul :
”PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT BUSON JANSURYA , PAL”.
Demikian surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat. Atas perhatian dan kebijaksanaan Ibu, saya ucapkan terima kasih.
a. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan, merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan, tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak bermasalah.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT Buson Jansurya , Pal”
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
c. Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.
d. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
e. Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.
f. Tinjauan Pustaka
Definisi Bank
Menurut undang undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967, didefinisikan sebagai lembaga keungan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Istilah bank berasal dari bahasa itali, banca yang berarti meja yang dipergunakan untuk para penukar uang dipasar. Pada dasarnya bank merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara didalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan SK menteri keuangan RI nomor 792 tahun 1990, pengertian bank adalah “bank merupakan suatu badan yang kegiatannya dibidang keuangan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan”.
Pada standar akuntansi keuangan nomor 31(1999:31.1), bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antar pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang membutuhkan yang memerlukan dana serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
Dari beberapa definisi tentang bank, diatas dapat disimpulkan, bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat sehingga dapat menyalurkan dana tersebut kepada pihak yang lebih membutuhkan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, serta sebagai tempat penyimpanan uang yang dirasa aman, dan juga sebagai perantara didalam lalu lintas pembayaran dan keuangan.
Pengertian Bank Prekreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat, adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersa¬makan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha Bank Perkreditan Rakyat. Status Bank Perkreditan Rakyat diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Definisi Kredit
Istilah kredit berasal dari bahasa yunani (credere) yang berarti kepercayaan (truth atau faith). Oleh karena itu dasar dari kredit ialah kepercayaan. Kredit atau pembiayan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya dapat diukur dengan uang, misalnya bank mempunyai kredit untuk pembelian rumah atau mobil. Kemudian dengan adanya kesepakatan dengan bank (kreditur) dengan nasabah (debitur), dengan perjanjian yang telah dibuat mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu dan bunga yang ditetapkan bersama.
Fungsi Kredit
1. Meningkatnya daya guna uang.
2. Meningkatnya peredran dan lalu lintas uang.
3. Meningkakan daya guna dan peredaran barang.
4. Sebagai salah satu alat stabilitasi ekonomi.
5. Meningkatkan kegairahan berusaha.
6. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
7. Meningkatkan hubungan internasional.
Unsur-unsur Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan, sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan. Dapat disimpulkan unsur yang terdapat dalam kredit adalah:
1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa, akan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
2. Tenggang Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.
3. Degree of risk, yaitu resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Semakin panjang waktu kerdit maka semakin besar juga resikonya
4. Prestesi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang tapi juga berbentuk barang atau jasa, namum pada kehidupan ekonomi sekarang ini lebih banyak uang yang sering dipergunakan.
Prinsip-prnsip Pemberian Kredit
Prinsip pemberian kredit dengan analisis dengan 6C kredit dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Character, adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit akan benar-benar dapat dipercaya.
b. Capacity (Capability), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis, serta kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuan dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
c. Capital, adalah cara untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
d. Colleteral, merupakan jaminan yang diberikan calon naabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi kredit yang diberikan dan diteliti keabsahannya sebagai pelindung bank dari resiko kerugian.
e. Condition, dalam menilai kredit hendaknya juga melihat kondisi keadaan ekonomi sekarang dan untuk dimasa depan sesuai sektor masing-masing.
f. Cash flow, dalam menilai kredit dilihat juga apakah kondisi keuangan debitur memadai untuk dapat melakukan angsuran sebagai tanggung jawab untuk menulasi kredit yang dipinjam.
Penilaian dengan 7P adalah sebagai berikut :
a Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup, sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah. Personality hampir sama dengan character pada 6C.
b Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Karena pemberian kredit untuk pengusaha modal besar dengan pengusaha modal kecil sangat berbeda.
c Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kerdit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
d Prospect, yaitu unuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, karena akan mempengaruhi tingkat kerugian nasabah itu sendri maupun bank.
e Payment, merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang diambil atau dari sumber mana saja dan untuk mengembalikan kerdit yang diperolehnya, karena semakin banyak sumber penghasilan debitur maka semakin baik.
f Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba, dapat diukur dari periode ke peride apa tetap sama atau akan meningkat.
g Pretection, tujuannya adala bagaiman mendapat kredit yang dikucurkan oleh bank namun malalui suatu perlindungan yang dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
Prisip 3R, yaitu :
a Returns, yaitu kemampuan keberhasilan dari kredit yang diberikan.
b Repayment, yaitu kemampuan mengembalikan kreidt.
c Risk, yaitu kemampuan peminjam dalam menanggung resiko ketidakmampuan mengembalikan kreditnya.
Jenis-jenis Kredit
1. Dari segi tujuan pengguanannya maka jenis kredit dapat digolongkan menjadi sebagai berikut :
a. Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan oleh bank pemerintah atau bank swasta kepada perorangan untuk membiayai keperluan konsumsi sehari-hari.
b. Kredit produktif, yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan modal tetap yaitu peralatan produksi, gedung dan mesin-mesin atau untuk membiayai rehabilitasi dan ekspansi
c. Perpaduan antar kredit konsumtif dan kredit produktif (semi konsumtif dan semi produktif)
1. Dari segi besar kecinya aktivitas perputaran usaha yaitu melihat dinamika, sektor yang digeluti, aset yang dimiliki. Maka jenis kreidt dikelompokan menjadi :
a. Kredit kecil, yaitu kredit yang deberikan kepada pengusaha yang digolongkan sebagai pengusaha kecil.
b. Kredit menengah, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha kecil.
c. Kredit besar, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha menengah.
2. Dari segi waktunya, kredit dikelompokan menjadi :
a. Kredit jangka pendek (short term loan), yaitu kredit yang berjangaka waktu maksimum 1 tahun. Bentuknya dapat berupa kredit koran, kredit penjualan, kredit pembeli, kreidt wesel.
b. Kredit jangka menengah (medium term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun.
c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.
Pelaksanaan Sistem Informai Akuntansi dalam Pemberian Kredit
Sistem informasi akuntansi dikatakan memadai jika didalamnya terkandung hal-hal sebagai berikut
1) Dipenuhinya karakteristik sistem informasi akuntansi, diantaranya :
a) usefullness
b) economy
c) reability
d) cusrumer service
e) capacity
f) simplicity
g) flexibility
2) Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi yang ada, diantaranya :
a) sumber daya manusia
b) alat-alat yang digunakan seperti: formulir, catatan, laporan, komputer
Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit pada PT.BPR Buson Jansurya
1) Tahap Pemohonan Kredit
a) Pembukaan Rekening
b) Pengisian Formulir Aplikasi Kredit
2) Tahap Penyidikan dan Analisis Kredit
a) Wawancara dengan calon debitur
b) Pengumpulan data intern dan ekstern
c) Penyidikan atas kebenaran dan kewajiban hal-hal mengenai calon nasabah
d) Analisis kelayakan kredit baik kualitatif maupun kuantitatif serta menggunakan prinsip 5C
3) Tahap Keputusan atas Permohonan Kredit
a) Persetujuan komite kredit dilakukan sesuai dengan batas maksimum pemberian kredit (BMPK)
b) Untuk kredit umum persetujuan komite kredit diberikan memorandum credit commitee (MCC), tanpa perlu dibuat surat prisnsip perstujuan kredit (SPPK)
c) Jika kredit disetujui, maka staff kredit dapat mnyampaikan kondisi fasilitas tersebut pada calon debitur
d) Jika kredit tidak disetujui, maka staff kredit membuat surat pemberitahuan penolakan pada calon debitur
4) Tahap Pencairan Fasilitas Kredit, perincian pembayaran pinjaman didistribusikan
a) rangkap pertama untuk arsip pada master file
b) rangkap kedua untuk bukti transaksi bagian atau unit administrasi kredit
c) rangkap ketiga untuk file atas nama nasabah sebagai bukti perincian pembayaran pinjaman yang diterima di bagian pembukuan.
5) Tahap Pelunasan Fasilitas Kredit
Dalam prosedur ini bank melakukan semua perhitungan atas kewajiban debitur sampai tanggal penyelesaian kredit.
Beberapa contoh simbol dalam pembuatan bagan aliran dokumen
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang merupakan formulir yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Nama dokumen dicantumkan ditengah simbol.
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat data yang direkam sebelumnya di dalam dokumen atau formulir.
Penghubung pada halaman yang sama (on page connector).
Penghubung pada halaman yang berbeda (off page connector).
Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual. Uaraian singkat kegiatan manual dicantumkan di dalam simbol.
Arsip sementara. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan dokumen. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan dokumen yang dokumennya akan diambil kembali dari arsip tersebut di masa yang akan datang untuk pengolahan lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Digunakan simbol :
A = menurut abjad
N = menurut nomor urut
T = menurut kronologis, menurut tanggal
Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem akuntansi yang bersangkutan.
On line computer process. Simbol ini menggambarrkan pengolahan data dengan komputer secara on-line.
Mulai/berakhir (terminal). Simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir sebuah sistem akuntansi.
Masuk / keluar dari satu sistem ke sistem lain.
CONTOH SOAL
CONTOH SOAL
TEORI
1. Sebutkan jenis-jenis tabungan berdasarkan cara perhitungan bunga ?
2. Jika anda seorang teller, bagaimanakah cara melakukan proses transaksi kliring jika saldo kemarin belum efektif ?
3. Sebutkan langkah-langkah akhir hari ?
TRANSAKSI
1. Nona Dita membuka rekening tabungan sebesar Rp. 7.000.000,- di Bank Gunadarma secara tunai.
2. Nona Dita mengambil tabungannya untuk keperluan pribadi sebesar Rp.500.000,-
3. Nona Dita melakukan setoran kliring sebesar Rp.1.500.000,- dan dimasukkan ke rekening tabungannya.
4. Nona Dita mendapat cek dari Bank Niaga senilai Rp.3.000.000,- cek tersebut dimasukkan ke rekening tabungannya.
5. Nona Dita mengirim uang untuk adiknya nasabah Bank Gunadarma cabang bandung sebesar Rp. 1.000.000,- dari rekening tabungannya.
6. Uang Nona Dita sebesar Rp.2.500.000,- dari rekening tabungannya digunakan untuk membuka rekening giro.
7. Nona Dita membuka rekening deposito sebesar Rp. 500.000,- yang dananya berasal dari rekening tabungannya.
8. Nona Dita memindahkan dana dari rekening giro ke rekening tabungan sebesar Rp. 1.000.000,-
9. Nona Dita menarik tabungannya melalui ATM sebesar Rp. 1.500.000,-
10. Nona Dita melakukan penarikan tunai untuk pelunasan credit card sebesar Rp. 2.500.000,-
JAWABAN
• a. saldo harian
dimana bunga dihitung setiap hari dan total jumlah bunga bulan yang bersangkutan di tambah ke rekening pada awal bulan berikutnya.
b. saldo rata-rata
dimana bunga dihitung berdasarkan saldo rata-rata selama satu bulan.
c. saldo terendah
dimana bunga dihitung berdasarkan saldo yang paling rendah selama periode waktu perhitungan.
• Jika saldo kemarin ternyata belum efektif maka harus dilakukan riset kliring (pengefektifan saldo kemarin yang terdapat pada menu head teller no.10
• Pilih buka system pada menu utama (2) pass *** staf id : EDP
Pilih 5 menu akhir hari
Pilih 8 daftar mutasi
Pilih 1 (screen)
Masukkan nomer rekening 01 05 00000 10 enter
Pilih 16 proses akhir hari, minimize
KSAP tabungan back up, lalu enter
KSAP tabungan tab hijau (2) EDP pass *** 16 akhir hari
TRANSAKSI
1. D : kas Rp. 7.000.000,- ST001
K : tabungan Rp. 7.000.000,- (01)
2. D : tabungan Rp. 500.000,- PT001
K : kas Rp. 500.000,- (02)
3. D : setoran kliring Rp.1.500.000,- SK001
K : tabungan Rp.1.500.000,- (03)
4. D : setoran kliring Rp.3.000.000,- SK002
K : tabungan Rp.3.000.000,- (03)
5. D : tabungan Rp. 1.000.000,- PDT001
K : RAK Rp. 1.000.000,- (30)
6. D : tabungan Rp.2.500.000,- PDG001
K : giro Rp.2.500.000,- (50)
7. D : tabungan Rp. 500.000,- PDD 001
K : deposito Rp. 500.000,- (40)
8. D : giro Rp. 1.000.000,- PKG001 (51)
K : tabunngan Rp. 1.000.000,-
9. D : tabungan Rp. 1.500.000,- ST002
K : kas Rp. 1.500.000,- (01)
10. D : tabungan Rp. 2.500.000,- PT002
K : kas Rp. 2.500.000,- (02)
NO JENIS TRANSAKSI (KODE) MUTASI SALDO
1 ST001 Rp. 7.000.000,- Rp.7.000.000,-
2 PT001 (Rp. 500.000,-) Rp.6.500.000,-
3 SK001 Rp. 1.500.000,- Rp.8.000.000,-
4 SK002 Rp. 3.000.000,- Rp.11.000.000,-
5 PDT001 (Rp. 1.000.000,-) Rp.10.000.000,-
6 PDG001 (Rp. 2.500.000,-) Rp.7.500.000,-
7 PDD001 (Rp. 500.000,-) Rp.7.000.000,-
8 PKG001 Rp. 1.000.000,- Rp.8.000.000,-
9 ST002 (Rp. 1.500.000,-) Rp.6.500.000,-
10 PT002 (Rp. 2.500.000,-) Rp.4.000.000,-
SALDO AKHIR Rp. 4.000.000,-
TEORI
1. Sebutkan jenis-jenis tabungan berdasarkan cara perhitungan bunga ?
2. Jika anda seorang teller, bagaimanakah cara melakukan proses transaksi kliring jika saldo kemarin belum efektif ?
3. Sebutkan langkah-langkah akhir hari ?
TRANSAKSI
1. Nona Dita membuka rekening tabungan sebesar Rp. 7.000.000,- di Bank Gunadarma secara tunai.
2. Nona Dita mengambil tabungannya untuk keperluan pribadi sebesar Rp.500.000,-
3. Nona Dita melakukan setoran kliring sebesar Rp.1.500.000,- dan dimasukkan ke rekening tabungannya.
4. Nona Dita mendapat cek dari Bank Niaga senilai Rp.3.000.000,- cek tersebut dimasukkan ke rekening tabungannya.
5. Nona Dita mengirim uang untuk adiknya nasabah Bank Gunadarma cabang bandung sebesar Rp. 1.000.000,- dari rekening tabungannya.
6. Uang Nona Dita sebesar Rp.2.500.000,- dari rekening tabungannya digunakan untuk membuka rekening giro.
7. Nona Dita membuka rekening deposito sebesar Rp. 500.000,- yang dananya berasal dari rekening tabungannya.
8. Nona Dita memindahkan dana dari rekening giro ke rekening tabungan sebesar Rp. 1.000.000,-
9. Nona Dita menarik tabungannya melalui ATM sebesar Rp. 1.500.000,-
10. Nona Dita melakukan penarikan tunai untuk pelunasan credit card sebesar Rp. 2.500.000,-
JAWABAN
• a. saldo harian
dimana bunga dihitung setiap hari dan total jumlah bunga bulan yang bersangkutan di tambah ke rekening pada awal bulan berikutnya.
b. saldo rata-rata
dimana bunga dihitung berdasarkan saldo rata-rata selama satu bulan.
c. saldo terendah
dimana bunga dihitung berdasarkan saldo yang paling rendah selama periode waktu perhitungan.
• Jika saldo kemarin ternyata belum efektif maka harus dilakukan riset kliring (pengefektifan saldo kemarin yang terdapat pada menu head teller no.10
• Pilih buka system pada menu utama (2) pass *** staf id : EDP
Pilih 5 menu akhir hari
Pilih 8 daftar mutasi
Pilih 1 (screen)
Masukkan nomer rekening 01 05 00000 10 enter
Pilih 16 proses akhir hari, minimize
KSAP tabungan back up, lalu enter
KSAP tabungan tab hijau (2) EDP pass *** 16 akhir hari
TRANSAKSI
1. D : kas Rp. 7.000.000,- ST001
K : tabungan Rp. 7.000.000,- (01)
2. D : tabungan Rp. 500.000,- PT001
K : kas Rp. 500.000,- (02)
3. D : setoran kliring Rp.1.500.000,- SK001
K : tabungan Rp.1.500.000,- (03)
4. D : setoran kliring Rp.3.000.000,- SK002
K : tabungan Rp.3.000.000,- (03)
5. D : tabungan Rp. 1.000.000,- PDT001
K : RAK Rp. 1.000.000,- (30)
6. D : tabungan Rp.2.500.000,- PDG001
K : giro Rp.2.500.000,- (50)
7. D : tabungan Rp. 500.000,- PDD 001
K : deposito Rp. 500.000,- (40)
8. D : giro Rp. 1.000.000,- PKG001 (51)
K : tabunngan Rp. 1.000.000,-
9. D : tabungan Rp. 1.500.000,- ST002
K : kas Rp. 1.500.000,- (01)
10. D : tabungan Rp. 2.500.000,- PT002
K : kas Rp. 2.500.000,- (02)
NO JENIS TRANSAKSI (KODE) MUTASI SALDO
1 ST001 Rp. 7.000.000,- Rp.7.000.000,-
2 PT001 (Rp. 500.000,-) Rp.6.500.000,-
3 SK001 Rp. 1.500.000,- Rp.8.000.000,-
4 SK002 Rp. 3.000.000,- Rp.11.000.000,-
5 PDT001 (Rp. 1.000.000,-) Rp.10.000.000,-
6 PDG001 (Rp. 2.500.000,-) Rp.7.500.000,-
7 PDD001 (Rp. 500.000,-) Rp.7.000.000,-
8 PKG001 Rp. 1.000.000,- Rp.8.000.000,-
9 ST002 (Rp. 1.500.000,-) Rp.6.500.000,-
10 PT002 (Rp. 2.500.000,-) Rp.4.000.000,-
SALDO AKHIR Rp. 4.000.000,-
AUDIT SIKLUS PENGELUARAN
AUDIT SIKLUS PENGELUARAN
1. PENDAHULUAN
Bab ini memfokuskan pada siklus pengeluaran, khususnya transaksi pembelian dan pengeluaran serta pengujian substantif atas hutang usaha. Bab ini dimulai dengan penjelasan tentang sifat serta pentingnya siklus pengeluaran dan tujuan audit yang penting untuk siklus tersebut. Bab ini kemudian akan membahas :
Penggunaan pengetahuan tentang bisnis dan industri klien untuk membahas materialitas, menilai risiko inheren, melaksanakan prosedur analitis, dan menilai risiko prosedur analitis untuk siklus pengeluaran.
Pemahaman aspek-aspek pengendalian internal dan penilaian risiko pengendalian untuk siklus pengeluaran. Penekanan dalam bagian ini akan ditujukan pada pengendalian manajemen dan pengendalian terprogram.
Perancangan pengujian substantif rincian yang tepat untuk hutang usaha.
2. SIFAT SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran (expenditure cycle) terdiri aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan akuisisi dan pembayaran barang serta jasa. Aktivitas uatama dari siklus pengeluaran adalah :
1. Membeli barang dan jasa – transaksi pembelian.
2. Melakukan pembayaran – transaksi pengeluaran kas.
Bab ini terutama akan memusatkan perhatian pada kedua transaksi tersebut, pengendalian internal yang berkaitan dengan transaksi pembelian dan pengeluaran kas, serta pengujian atas saldo hutang usaha.
Tujuan Audit
Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan audit spesifik dari program audit siklus pengeluaran. Kebanyakan audit atas siklus pengeluaran mencakup tujuan-tujuan utama tersebut, tetapi tidak dimaksudkan untuk membahas semua situasi yang dihadapi klien. Untuk mencapai tujuan audit spesifik tersebut, auditor menggunakan bagian dari metode perencanaan dan pengujian audit.
3. MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri Klien
Pemahaman tentang bisnis dan industri ini akan membantu auditor dalam memahami risiko bisnis klien. Selain itu, pemahaman ini juga akan membantu auditor dalam membuat pertimbangan tentang:
Materialitas siklus pengeluaran bagi pemakai laporan keuangan.
Risiko inheren dalam siklus pengeluaran.
Pengendalian internal kunci di mana auditor berharap dapatmenetukan risiko pengendalian bisnis.
Pemberian jasa bernilai tambah.
Materialitas
Pengalokasian materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi dalam siklus ini akan bervariasi sesuai dengan pertimbangan. Pentingnya siklus pengeluaran ini juga bisa bervariasi menurut jenis usaha yang dijalankan. Satu industri dapat memproses transaksi bernilai milyaran dollar selama suatu siklus operasi, sementara yang lainnya mungkin lebih kecil. Pertimbangan lainnya tentang materialitas awal atas hutang usaha dapat menjadi tolok ukur pentingnya rasio cepat (quick ratio) dan rasio lancar (current ratio) bagi pemakai laporan keuangan, serta besarnya salah saji yang akan mempengaruhi rasio ini secara signifikan.
Risiko Inheren
Dalam menilai risiko inheren untuk asersi-asersi siklus pengeluaran, auditor harus mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi diseluruh laporan keuangan, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan asersi spesifik dalam siklus pengeluaran. Faktor-faktor penting yang dapat memotivasi manajemen untuk menyalahsajikan asersi-asersi siklus pengeluaran meliputi :
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah beban agar dapat membuat laporan yang memenuhi target profitabilitas atau norma industri yang telah ditetapkan, yang dalam kenyataan tidak tercapai akibat faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, nasional atau regional yang mempengaruhi biaya operasi, dampak perkembangan teknologi terhadap produktivitas perusahaan, atau manajemen yang tidak baik.
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah hutang agar bisa membuat laporan yang menunjukkan tingkat modal kerja yang lebih tinggi pada saat perusahaan sedang menghadapi masalah likuiditas atau keraguan tentang kelangsungan usahanya.
6. PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG USAHA
Penentuan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian
Hutang usaha dipengaruhi baik oleh transaksi pembelian yang menambah saldo maupun oleh transaksi pengeluaran kas yang menurunkan saldo tersebut. Jadi, risiko pengujian rincian untuk asersi hutang usaha dipengaruhi oleh risiko inheren, risiko prosedur analitis, dan faktor-faktor risiko pengendalian yang berkaitan dengan kedua kelompok transaksi tersebut.
Perancangan Pengujian Substantif
Ingat kembali bahwa tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk setiap asersi laporan keuangan yang signifikan dicapai dengan mengumpulkan bukti dari pengujian substantif yang dirancang secara tepat, termasuk prosedur analitis dan pengujian rincian. Kerangka kerja umum untuk mengembangkan program audit atas pengujian substantif yang telah dijelaskan pada bab 11 dan diilustrasikan pada bab 14, ketika membahas piutang usaha, juga dapat digunakan dalam merancang pengujian substantif untuk hutang usaha.
DAFTAR PUSTAKA
Boynton, dkk. 2003, Modern Auditing Edisi Ke-7, Penerbit Erlangga, Jakarta
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/1871695-audit-siklus-pengeluaran/#ixzz1JJsGSOM3
1. PENDAHULUAN
Bab ini memfokuskan pada siklus pengeluaran, khususnya transaksi pembelian dan pengeluaran serta pengujian substantif atas hutang usaha. Bab ini dimulai dengan penjelasan tentang sifat serta pentingnya siklus pengeluaran dan tujuan audit yang penting untuk siklus tersebut. Bab ini kemudian akan membahas :
Penggunaan pengetahuan tentang bisnis dan industri klien untuk membahas materialitas, menilai risiko inheren, melaksanakan prosedur analitis, dan menilai risiko prosedur analitis untuk siklus pengeluaran.
Pemahaman aspek-aspek pengendalian internal dan penilaian risiko pengendalian untuk siklus pengeluaran. Penekanan dalam bagian ini akan ditujukan pada pengendalian manajemen dan pengendalian terprogram.
Perancangan pengujian substantif rincian yang tepat untuk hutang usaha.
2. SIFAT SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran (expenditure cycle) terdiri aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan akuisisi dan pembayaran barang serta jasa. Aktivitas uatama dari siklus pengeluaran adalah :
1. Membeli barang dan jasa – transaksi pembelian.
2. Melakukan pembayaran – transaksi pengeluaran kas.
Bab ini terutama akan memusatkan perhatian pada kedua transaksi tersebut, pengendalian internal yang berkaitan dengan transaksi pembelian dan pengeluaran kas, serta pengujian atas saldo hutang usaha.
Tujuan Audit
Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan audit spesifik dari program audit siklus pengeluaran. Kebanyakan audit atas siklus pengeluaran mencakup tujuan-tujuan utama tersebut, tetapi tidak dimaksudkan untuk membahas semua situasi yang dihadapi klien. Untuk mencapai tujuan audit spesifik tersebut, auditor menggunakan bagian dari metode perencanaan dan pengujian audit.
3. MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri Klien
Pemahaman tentang bisnis dan industri ini akan membantu auditor dalam memahami risiko bisnis klien. Selain itu, pemahaman ini juga akan membantu auditor dalam membuat pertimbangan tentang:
Materialitas siklus pengeluaran bagi pemakai laporan keuangan.
Risiko inheren dalam siklus pengeluaran.
Pengendalian internal kunci di mana auditor berharap dapatmenetukan risiko pengendalian bisnis.
Pemberian jasa bernilai tambah.
Materialitas
Pengalokasian materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi dalam siklus ini akan bervariasi sesuai dengan pertimbangan. Pentingnya siklus pengeluaran ini juga bisa bervariasi menurut jenis usaha yang dijalankan. Satu industri dapat memproses transaksi bernilai milyaran dollar selama suatu siklus operasi, sementara yang lainnya mungkin lebih kecil. Pertimbangan lainnya tentang materialitas awal atas hutang usaha dapat menjadi tolok ukur pentingnya rasio cepat (quick ratio) dan rasio lancar (current ratio) bagi pemakai laporan keuangan, serta besarnya salah saji yang akan mempengaruhi rasio ini secara signifikan.
Risiko Inheren
Dalam menilai risiko inheren untuk asersi-asersi siklus pengeluaran, auditor harus mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi diseluruh laporan keuangan, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan asersi spesifik dalam siklus pengeluaran. Faktor-faktor penting yang dapat memotivasi manajemen untuk menyalahsajikan asersi-asersi siklus pengeluaran meliputi :
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah beban agar dapat membuat laporan yang memenuhi target profitabilitas atau norma industri yang telah ditetapkan, yang dalam kenyataan tidak tercapai akibat faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, nasional atau regional yang mempengaruhi biaya operasi, dampak perkembangan teknologi terhadap produktivitas perusahaan, atau manajemen yang tidak baik.
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah hutang agar bisa membuat laporan yang menunjukkan tingkat modal kerja yang lebih tinggi pada saat perusahaan sedang menghadapi masalah likuiditas atau keraguan tentang kelangsungan usahanya.
6. PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG USAHA
Penentuan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian
Hutang usaha dipengaruhi baik oleh transaksi pembelian yang menambah saldo maupun oleh transaksi pengeluaran kas yang menurunkan saldo tersebut. Jadi, risiko pengujian rincian untuk asersi hutang usaha dipengaruhi oleh risiko inheren, risiko prosedur analitis, dan faktor-faktor risiko pengendalian yang berkaitan dengan kedua kelompok transaksi tersebut.
Perancangan Pengujian Substantif
Ingat kembali bahwa tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk setiap asersi laporan keuangan yang signifikan dicapai dengan mengumpulkan bukti dari pengujian substantif yang dirancang secara tepat, termasuk prosedur analitis dan pengujian rincian. Kerangka kerja umum untuk mengembangkan program audit atas pengujian substantif yang telah dijelaskan pada bab 11 dan diilustrasikan pada bab 14, ketika membahas piutang usaha, juga dapat digunakan dalam merancang pengujian substantif untuk hutang usaha.
DAFTAR PUSTAKA
Boynton, dkk. 2003, Modern Auditing Edisi Ke-7, Penerbit Erlangga, Jakarta
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/1871695-audit-siklus-pengeluaran/#ixzz1JJsGSOM3
Langganan:
Postingan (Atom)